3. Makam Keramat Mbah Kuwu Sangkan
Makam Keramat Mbah Kuwu Sangkan dikenal sebagai makam Pangeran Cakrabuana. Beliau merupakan pendiri Kota Cirebon sekaligus tokoh penting dalam sejarah Islam Jawa Barat.
Bangunan makam memiliki arsitektur khas dengan dominasi bata merah. Dua patung besar, kerbau dan harimau, menyambut pengunjung di pintu gerbang.
Patung kerbau melambangkan Kebo Bule peliharaan Mbah Kuwu. Sementara patung harimau menjadi simbol Prabu Siliwangi, ayah Mbah Kuwu.
Tempat ini ramai dikunjungi peziarah pada malam Jumat Kliwon dan malam 1 Muharram. Doa bersama dan tahlilan rutin dilaksanakan di sini.
Selain sebagai makam, lokasi ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran sejarah Islam. Banyak pedagang buku sejarah dan suvenir juga hadir di sekitar area.
4. Keraton Kanoman
Keraton Kanoman berdiri pada tahun 1678 oleh Sultan Anom I. Lokasinya sangat strategis di pusat Kota Cirebon, dekat dengan Pasar Kanoman.
Kompleks ini memiliki luas sekitar enam hektar dengan bangunan bersejarah yang megah. Salah satunya adalah Bangsal Jinem, tempat penobatan sultan dan acara resmi.
Museum di keraton menyimpan benda pusaka, termasuk kereta kencana Paksi Naga Liman. Koleksi ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Masjid Agung Kanoman juga berada di dalam kompleks. Arsitekturnya menunjukkan perpaduan tradisi Islam dan budaya lokal Cirebon.
Keraton Kanoman menjadi pusat pelestarian adat dan budaya Islam. Grebeg Syawal dan acara keagamaan rutin diadakan setiap tahunnya.
5. Gua Sunyaragi
Gua Sunyaragi dikenal sebagai taman air sekaligus tempat meditasi para Sultan Cirebon. Kompleksnya memiliki luas sekitar 15 hektar dengan 13 gua yang saling terhubung.
Dahulu, tempat ini digunakan untuk pesanggrahan dan latihan kanuragan. Suasana hening membuatnya cocok untuk bersemedi dan menenangkan diri.
Arsitektur gua merupakan perpaduan gaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Banyak ornamen porselen warna-warni yang menghiasi dinding gua.
Di dalamnya terdapat altar, kolam pemandian, hingga patung Perawan Sunti. Bangunan unik ini menyimpan simbol-simbol sejarah dan spiritual.
Kini, Gua Sunyaragi dikelola dengan fasilitas memadai. Area parkir, musala, dan jalur jalan nyaman tersedia untuk pengunjung.